Sudah Tahu Tips Memilih dan Merawat Ban Motor Ini?

Bro, memilih dan merawat ban motor sekilas terlihat sepele, padahal penting untuk dilakukan. Mengapa? Karena ban adalah unsur utama yang bisa motor berikan atas keselamatan pengendaranya. Maka dari itu, pemilihan ban motor yang tepat akan berpengaruh langsung terhadap keselamatan pengendaranya.

Lalu, bagaimana cara memilihnya? Libas tips memilih dan merawat ban motor ini, Bro!

Reputasi Produsen Ban

Karena dianggap kurang penting, seringkali orang memilih ban hanya berdasarkan pertimbangan harga. Asal murah, ya dibeli. Tidak peduli reputasi merk dan serangkaian pernak-pernik lainnya.

Padahal, risiko menggunakan ban “asal murah” justru mahal. Ban-ban dengan reputasi yang agak kurang biasanya mudah selip, terutama di lintasan basah seperti jalan raya yang habis terkena hujan.

Sebaliknya, ban berkualitas meskipun mahal namun memiliki performa yang lebih baik. Asal tekanan udaranya pas, ban berkualitas tetap “menggigit” meskipun digunakan untuk bermanuver di lintasan basah.

Selain helm, ban adalah unsur penting keselamatan. Karena itu, wajar apabila harganya sedikit mahal, apalagi jika reputasi produsennya sudah terkenal baik. Pilih mana, keluar uang untuk ban berkualitas atau untuk biaya rumah sakit akibat kecelakaan?

Sesuaikan dengan Tujuan Berkendara

Memilih ban motor juga harus menyesuikan pada fungsi dan tujuan berkendara. Sebelum memilih ban, perhatikan dulu tujuan berkendara Anda, apakah crossing, touring atau harian? Ban untuk olahraga moto-cross tentu berbeda dengan ban untuk penggunaan sehari-hari, bukan?

Lihat Kondisi Jalan yang Dilalui

Ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Bro. Tujuan berkendara biasanya berkaitan dengan kondisi jalan yang dilalui. “Semisal dalam kota saja ya pakai ban aspal, jangan pakai ban dual purpose atau lainnya. Karena tidak semua ban bisa dipakai untuk semua kondisi jalan,” kata Jimmy Handoyo, Kepala Departemen Teknis FDR, sebagaimana dikutip dari msn.com.

Sebagai contoh, ban dual purpose memang cocok untuk dijadikan pilihan bila kamu sangat menyukai aktivitas touring atau bahkan olahraga ekstrem macam motorcross. Karakternya yang mumpuni dalam berbagai medan offroad membuat ia handal dalam melibas medan berlumpur, berpasir, dan berkerikil.

Namun, performanya akan tidak maksimal di jalan aspal. Saat berada di aspal yang kering saja, kamu akan merasakan motor terasa berjalan di atas jalan yang licin, bayangkan jika ban digunakan dalam kondisi hujan.

Di samping itu, daya tahan ban jenis ini pada jalanan aspal terbilang minim. Ban baru hanya akan bertahan selama tiga bulan saja jika kamu rutin menggunakan motor trail di jalan raya.

Sebaliknya, ban aspal tidak baik digunakan pada kondisi jalan pegunungan karena memang tidak dirancang untuk kondisi jalan tanah yang berkerikil dan memiliki banyak bebatuan. Namun, performanya sangat prima untuk kondisi jalan di kota-kota.

Bila motor lebih sering melalui jalan beraspal, gunakan saja ban aspal.

Perhatikan Ukuran Ban dan Velg

Perhatikan ukuran ban dan velg. Untuk motor bebek, ban depan yang digunakan secara standar biasanya ialah yang berukuran 70/90 dengan diameter velg 17 inci. Untuk ban belakang, biasanya digunakan ukuran 80/90 dengan diameter velg 17 inci.

Bagaimana cara mengetahui ukuran ban dan velg? Biasanya, kamu akan menjumpai kode dengan format seperti 90/80-17 pada ban. Angka 90 artinya lebar tapak ban 90 milimeter. Angka 80 adalah persentase rasio tinggi dan lebar tapak ban (80% x 90mm = 72 mm). Sedangkan, 17 artinya diameter velg 17 inci. Jadi, 90/80-17 punya makna; lebar tapak ban 90 mm, dengan tinggi 80% x 90 mm = 72 mm. Dan diameter ban 17 inci.

Mengapa ban belakang selalu berukuran lebih besar daripada ban depan? Karena fungsi ban depan adalah sebagai penerus haluan dari setang atau kemudi, dirancang agar mudah dikendalikan. Sementara itu, fungsi ban belakang adalah meneruskan tenaga dari mesin dan menjaga keseimbangan motor.

Bolehkah ukuran tersebut ditambah (upsize)? Boleh, tapi sebaiknya satu level saja. Bila tadinya ukuran ban depan 70/90-17, tambahkan satu level menjadi 80/90-17. Sementara itu, kamu bisa upsize ban belakang menjadi 90/90-17.

Kamu juga bisa memilih ukuran 80/80-17 (ban depan) dan 90/80-17 (ban belakang). Ini akan membuat tapak ban kamu menjadi lebih lebar. Bila ini dilakukan, motor akan menjadi semakin stabil karena cengkeraman yang lebih baik saat digunakan untuk menikung di jalan raya.

Perhatikan Kembangan atau Alur Ban

Terakhir, perhatikan kembangan atau alur ban. Kembangan ban punya fungsi tersendiri, baik untuk ban depan maupun untuk ban belakang.

“Ban depan berfungsi sebagai grip karena dia yang pertama menyentuh jalan atau air. Sedang ban belakang sebagai kestabilan. Makanya alurnya pun harus berbeda, seperti ban-ban produsen merek tenar di Indonesia,” ucap Jimmy.

Urusan perawatan ban motor, penting sekali untuk menjaga tekanan angin pada ban motor dan memeriksanya secara rutin. Tekanan ban harus sesuai standar pabrikan, meski setiap ban punya ukuran standarnya sendiri. Karena ban diciptakan untuk banyak motor, tentunya pabrikan ban menyesuaikan kemampuan ban dengan tekanan angin tertentu.

“Misal pada ban tertera angka 38 psi, tapi pabrikan motor menulis 32 psi, ya pakai 32 psi. Ukuran yang tertera pada dinding ban karena pabrikan ban menyiapkan untuk penggunaan di motor lain, dan itu tekanan angin maksimal yang disarankan.” 

Itu dia tips memilih dan merawat ban motor kita. Punya tips lain soal ini juga, Bro? Hajar di kolom komentar!

Kapan Saat Terbaik Mengganti Ban Motor?

Selain cara memilih ban yang tepat, waktu penggantian ban seringkali menjadi pertanyaan banyak orang yang menginginkan performa terbaik dari motornya. Kapan sebaiknya saya mengganti ban motor saya?

Beberapa mungkin baru akan mengganti ban motornya kala ban sudah botak; alur/kembangannya tidak lagi terlihat, aus akibat bergesekan dengan jalan. Padahal, ada faktor lain yang menjadi tanda-tanda saat terbaik mengganti ban motor. Apa saja?

Ban Menunjukkan Pola Aus yang Aneh

Normalnya, pola aus ban bersifat merata. Namun, ada juga kejadian aus tapak ban yang tidak lazim; terkumpul di satu tempat, bisa di tengah atau di pinggir ban.

Aus pada ban mungkin tampak tidak sebanding dengan jarak tempuhnya. Merasa tidak banyak bepergian dengan motor, tapi ban motor sudah aus dalam kurang dari 1 tahun, padahal motor tetangga yang kantornya sama dan beli bannya barengan belum menunjukkan tanda-tanda keausan? Itu masalah.

Pola aus yang aneh biasanya menandakan bahwa terdapat persoalan mekanis pada motor (shock breaker sudah perlu diganti, ada masalah transmisi, ada baut di sekitar ban yang longgar, dsb). Bisa juga terdapat masalah keseimbangan motor. Kemungkinan lain, bisa juga akibat tekanan ban yang tidak semestinya.

Pola aus ban akibat tekanan udara berlebihan (metrotvnews.com)

Untuk mencegah aus seperti ini, kamu harus periksa keseimbangan roda motor setidaknya setiap enam bulan. Hal ini memperpanjang umur ban dan menjadikan berkendara lebih nyaman.

Mencapai Batas Legal Keausan Ban Motor

Ban merek tertentu biasanya punya indikator keausan tersendiri. Simbol Michelin Man pada sisi atas ban Michelin, misalnya, menandakan bahwa pada ban terdapat indikator keausan tapak. Indikator ini mirip benjolan kecil dan terletak di bagian dasar alur utama.

Ban Motor Michelin (ototrend.com)

Ketika karet yang tersisa mengalami keausan hingga batas ini, maka ban telah mencapai batas keausan legalnya sebesar 1 mm. Produsen ban Michelin menyarankan agar ban diganti sebelum aus sampai batas ini. Jika batas terlampaui, maka keselamatan tidak dapat dijamin. Begitu juga dengan daya cengkeram atau kinerjanya, terutama pada permukaan basah.

Ban Sering Bocor

Kebanyakan ban dirancang untuk tahan lama. Mereka dirancang untuk bertahan dari satu-dua benturan, tetapi terkadang bisa juga mengalami kebocoran terutama bila medan yang dilalui tidak cocok dengan karakter ban.

Jika ban motor kamu mengalami 1-2 kali kebocoran dalam jeda waktu yang lama antarkebocoran, itu wajar. Namun jika sering sekali bocor, ruang dalam ban sudah mengalami rusak permanen. Artinya, sudah waktunya kamu berganti ban motor.

Ban Menunjukkan Tanda-tanda Penuaan

Sulit untuk memprediksi umur ban karena tidak ada kaitannya dengan tanggal pembuatannya. Meskipun ban jarang digunakan, atau bahkan sama sekali belum pernah digunakan, ia dapat juga menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Banyak faktor dapat mempengaruhi umurnya: kondisi cuaca, cara penyimpanan dan pemakaian, beban, kecepatan, tekanan ban, perawatan, dan gaya berkendara.

Sebaiknya, kamu memeriksa secara teratur tanda-tanda luar dari penuaan atau keausan pada ban sehingga dapat segera dikenali. Tanda-tandanya adalah perubahan bentuk dan retak, baik di tapak ban maupun di bagian bahu atau sisi ban.

Hukum 5 Tahun

Pemakaian normal biasanya menyebabkan ban sudah dapat diganti sebelum umur penggunaannya mencapai 5 tahun akibat tapaknya sudah aus (kembangan sudah botak). Namun jika ternyata ban belum menunjukkan tanda-tanda keausan setelah pemakaian selama 5 tahun, ban kamu tetap harus diperiksa setiap tahun oleh mekanik profesional.

Jika perlu diganti, ikutilah rekomendasi pabrikan untuk menggunakan suku cadang asli. Untuk pencegahan, semua ban yang tidak pernah diganti setelah sepuluh tahun tetap harus diganti, bahkan jika secara umum tampak dalam kondisi baik dan belum mencapai batas aus tapak ban.

Ban Rusak Permanen

Meskipun digunakan di jalan raya, medan yang berat seperti lubang atau benturan benda tumpul dapat menyebabkan kerusakan serius pada ban. Semua celah, sayatan atau perubahan bentuk harus diperiksa dengan teliti oleh mekanik profesional.

Ban rusak (autoevolution.com)

Kapan ban dikatakan rusak permanen?

1. Bocor pada sisi ban
2. Kait (bead) cacat atau terlihat keluar
3. Karet tapak lepas atau cacat
4. Aus yang menyebabkan tampaknya kerusakan atau karkas di bawah tapak atau di sisi ban
5. Rusak karena minyak atau zat korosif
6. Ban retak atau tergores di bagian dalam akibat berkendara di saat tekanan udara kurang dari semestinya.

Nah, itulah saat-saat terbaik untuk mengganti ban motor. Ingat, jangan merasa terlalu berat untuk mengeluarkan dananya karena keselamatan dalam berkendara adalah segalanya.

Safety riding first, Bro!