Tips Naik Motor Saat Hujan

Mengendarai motor dianggap lebih berisiko daripada mobil. Risiko mengendarainya akan meningkat pada musim hujan. Pasalnya, kondisi jalan yang lebih licin akibat basah oleh air hujan menuntut perhatian ekstra bagi para pengendara motor, Bro, baik soal kondisi motor maupun cara berkendara. Tips naik motor saat hujan ini penting untuk diketahui.

deltalube.com

1. Amankan Ponsel, Dompet, dan Dokumen di Jok Motor atau Kantong Plastik

Ponsel dan dompet adalah dua hal yang melekat pada kita, senantiasa dibawa setiap kali berkendara di jalan raya. Namun, dua barang ini sama rentannya terhadap air. Karena itu, masukkan keduanya di dalam bagasi motor kala hujan datang. Akan lebih baik jika sedari awal memasukkannya, terutama pada musim penghujan.

Jika motor kamu bukan matic dan moped/bebek zaman now yang sudah dilengkapi bagasi, tetap tenang. Bawalah kantong plastik ke manapun kamu berkendara. Begitu hujan turun, kantong plastik ini akan berguna mengamankan barang-barang berharga kita, Bro. Paling asyik sih bawa yang ukuran besar (sering belanja di minimarket? Minta plastik paling gede meskipun cuma belanja mi instan). Smartphone, dompet, laptop, semua masuk!

Tapi ingat, cek dulu kondisi plastik yang bakal digunakan dulu, Bro. Langkah ini tidak akan ada gunanya kalau terdapat lubang meskipun kecil di permukaan kantong plastik kamu.

2. Rajin Cek Kondisi Motor: Kabel, Knalpot, Saringan Udara

Penyakit motor saat musim hujan biasanya tak jauh-jauh dari daerah-daerah yang bisa dimasuki air, Bro. Karena itu, rajin-rajinlah mengecek kabel, knalpot, dan saringan udara.

Jika motor kamu termasuk motor lama, cek apakah ada kabel-kabel yang sobek, termasuk kabel yang ada di dekat pengapian. Kalau ada, segera tutupi dengan tape khusus kabel (biasanya merk Unibell).

lighthousesby.blogspot.com

Kalau tidak ada, sementara bisa Bro semprot dengan WD. Bisa juga dengan cairan yang bersifat resisten terhadap cipratan-cipratan air.

Knalpot juga penting, Bro. Lebih baik gunakan saja knalpot standar ajalah. Soalnya, knalpot motor standar dilengkapi dengan sistem pembuangan air yang berguna banget saat musim hujan datang. Sebaliknya, pakai knalpot racing malah bikin sistem pembuangan air jadi terganggu, Bro.

Selanjutnya, cek saringan udara. Apakah masih bagus? Jangan sampai motor keselek bin mogok hanya karena saringan udara yang sudah almarhum alias minta diganti. Panjang urusannya, Bro!

Tiga hal di atas biasanya relatif luput dari pantauan. Kalau soal kembangan ban, tekanan angin ban, dan jas hujan, pasti Bro semua sudah paham, kan? Yuk, lanjut ke gaya berkendara.

3. Perhatikan Ketinggian Genangan Air

Jika Bro menemukan genangan air pada jalan yang dilalui, jangan konyol. Berhenti dulu untuk mengukur kedalaman air yang tergenang. Jika ketinggian air tidak melebihi ujung lubang knalpot motor dan arusnya lambat, berarti genangan aman untuk dilalui.

Pantau dulu, baru lewat. Jangan sotoy, Bro!

4. Stay Low

Maksudnya stay low on velocity alias jaga kecepatan motor agar tetap rendah, Bro. Yah, kira-kira 40 km/jam lah. Meskipun terkesan cemen, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan kala kamu berkendara dalam kecepatan rendah saat hujan.

Pertama, kecepatan motor yang rendah membuat kita punya waktu untuk mengantisipasi genangan air yang ada di depan. Ini membuat kita bisa melakukan manuver untuk menghindarinya dengan lebih aman. Kamu tidak bisa melakukan hal ini dalam kecepatan tinggi, kan?

Kedua, kamu punya waktu untuk melakukan manuver untuk menghindar atau pengereman yang aman. Sebagaimana kita ketahui, cengkeraman ban di jalan akan berkurang dalam kondisi hujan. Maka dari itu, diperlukan teknik pengereman yang lebih smooth untuk menghindari kepeleset dan jatuh konyol, terutama saat ban motor sudah kehilangan cengkeraman.

riaugreen.com

Yang ketiga, kecepatan rendah membuat potensi cipratan air terhadap pengendara lain lebih rendah. Ini membuat kamu terhindar dari masalah dengan sesama pengendara motor yang kamu zhalimi. Respect other riders, Bro!

Tips Saat Melewati Genangan Air Cukup Tinggi

Ini dia yang namanya cobaan: genangan air nan tinggi. Pernahkah Bro sudah dekat dengan tujuan tapi menghadapi genakan air yang “lumayan”?

Soal ini, kita tetap pada rencana awal, yaitu mengamati kedalaman genangan terlebih dahulu; apakah memungkinkan diterobos atau tidak? Kalau diterobos, bisa bikin mesin nenggak air atau tidak? Jangan sampai begini, Bro.

Kalau Bro sudah membulatkan tekad lahir-batin untuk melintas, begini trik melewatinya.

Pertama, pertahankan motor pada gigi 1 secara konstan saat melewati genangan air. Gunanya tentu saja agar tidak ada air yang masuk melalui knalpot. Untuk motor matic, kontrol kecepatan di angka 10 km/jam, kira-kira.

Kedua, jaga jarak aman dengan kendaraan lain. Gunanya, agar sepeda motor tidak terhenti di tengah genangan dan kamu tidak perlu menurunkan putaran gas yang berpotensi membuat air mudah masuk lewat knalpot.

Ketiga, seimbangkan stang sepeda motor. Mungkin laju sepeda motor akan terhambat bahkan akan sedikit terseret atau goyah saat melewati genangan air, jadi penting untuk menjaga keseimbangannya.

menyusurijalan.com

Ada satu hal yang membedakan antara rider sejati dan alay di jalan raya, yaitu kepedulian. Kepedulian terhadap motor, kepedulian terhadap pengendara lainnya. Poin ini akan semakin terlihat kala hujan, menguji kedewasaan seseorang; apakah dia termasuk rider atau justru alay?

Pastikan kamu memilikinya, Bro!

Begini Trik Marc Marquez Menggunakan Ban Belakang

Marc Marquez membuktikan kepiawaiannya menggeber Honda RC 213 V pada gelaran MotoGP 2018. Pada seri MotoGP Jerman yang berlangsung di sirkuit Sachsenring, pembalap berjuluk Baby Alien itu memang merengkuh gelar juara. Sementara itu, Valentino Rossi dan Maverick Vinales berturut-turut berada di posisi kedua dan ketiga.

Namun, ada fenomena aneh sekaligus pertanyaan yang menjadi oleh-oleh MotoGP Jerman 2018: kok bisa ban soft yang digunakan Marquez awet hingga akhir balapan? Bagaimana cara Marquez menggunakan ban belakang motornya?

@motogp (Twitter)

Adalah Jorge Lorenzo yang pertama mengungkapkan kebingungannya dengan masalah ban belakang ini. Dikutip Crash.net, Lorenzo mengungkapkan bahwa di trek ini, semua pembalap bermasalah dengan ban belakang, tak terkecuali dedengkot MotoGP, Valentino Rossi.

Menurut Lorenzo, Marquez agak aneh di dua balapan terakhir. Biasanya untuk balapan di Sachsenring, ia menggunakan ban medium atau hard. Kedua jenis ban ini memang cocok untuk mengakomodasi gaya berkendara Marquez yang cukup agresif, sesuai darah mudanya.

Lorenzo yang sempat bersaing dengan Marquez dan memimpin balapan pun akhirnya harus rela posisinya merosot karena permasalahan ban belakang ini. Ia harus merelakan gelar juara di GP Jerman jatuh ke panji pabrikan Honda yang tahun depan dibelanya. Jangankan menjadi juara, podium kedua dan ketiga pun tidak didapatkan.

Tidak hanya Jorge Lorenzo, Valentino Rossi juga bingung dengan fenomena ban belakang Marc Marquez. Asal tahu saja, pada balapan saat itu, Rossi menggunakan ban belakang medium, berbeda dengan ban belakang Marquez yang tergolong soft. Logikanya, ban medium justru lebih kuat daripada ban soft. Sebaliknya, ban soft lebih mudah hancur daripada ban medium. Anehnya, ban belakang medium Rossi terlihat lebih hancur daripada ban belakang soft milik Marquez.

@jokesofgp (Instagram)

 

…sementara kita tahu Marc Marquez adalah pembalap, bukan pesulap.

 

Masalah Rossi (dan Yamaha)

Valentino Rossi memiliki motor yang lebih baik pada MotoGP 2018. Selain lebih mudah dikendarai, Yamaha M1 tahun 2018 juga lebih galak.

Terlalu galak, bahkan.

Menurut Maverick Vinales, motor yang ia tunggangi memiliki semburan tenaga lebih liar, namun tidak didukung oleh sistem elektronik yang mumpuni; sesuatu yang juga Rossi keluhkan sepanjang tahun. Alhasil, motor cenderung mudah spin (ban berputar berlebihan) saat melakukan akselerasi, termasuk ketika keluar dari tikungan.

Di sisi lain, Rossi melihat kesempatan menjadi juara terbuka lebar pada MotoGP Jerman 2018 karena sejumlah perubahan setting pada motornya. Ini membuat gaya berkendaranya lebih ngotot, apalagi ada Marquez yang dikenal cukup agresif di depannya.

Motor yang liar, setting elektronik kurang tepat, dan gaya berkendara yang ngotot. Tiga hal ini sudah cukup untuk menggerus ban belakang medium motor dari pabrikan manapun, tak terkecuali M1.

motorinews24.com

Strategi Cerdas Marc Marquez

Di sisi lain, Marquez terlihat menjadi pembalap yang lebih dewasa pada gelaran MotoGP kali ini. Dia berkembang menjadi pembalap yang lebih taktis, di samping karena motornya juga sudah cepat.

Bos Honda, Alberto Puig, mengutarakan strategi Marquez yang dapat dirangkum menjadi tiga poin.

  • Start bagus
  • Santai di tengah
  • Ngebut di akhir

Marquez punya salah satu motor tercepat. Hanya Ducati yang bisa menyaingi Honda pada MotoGP 2018. Karena itu, ia berupaya mendapatkan awal yang bagus dengan bertarung melawan Lorenzo yang memimpin di depan.

Begitu posisi pertama Marquez dapatkan, Baby Alien melanjutkan strategi kedua, tepatnya pada lap 15-20. Ia melaju dengan “santai” (tolong jangan dibandingkan dengan santainya laju emak-emak matic). Maka dari itu, jarak 1 detik antara dirinya dengan Rossi bisa terpangkas menjadi 0,6 pada lap 20. Ini dilakukan untuk menghemat ban soft yang ia gunakan.

Memasuki lap 21, istirahat dicukupkan. Marquez kembali “menyiksa” ban belakangnya hingga lap 28, melaju secepat mungkin meninggalkan Rossi (dan ban belakangnya yang mulai tergerus) di belakang. Gelar juara pun diraih.

@box_repsol (Twitter)

Smart move, eh?

 

Bagaimana Cara Mengerem Sepeda Motor yang Benar?

Salah satu penyebab banyak terjadi kecelakaan sepeda motor adalah ketidaktahuan orang tentang cara mengerem yang benar. Padahal, ini adalah teknik berkendara yang penting untuk dikuasai, Bro, meskipun terkesan remeh. Menguasai teknik mengerem yang benar sudah menghindarkan diri sendiri dan orang lain dari risiko kecelakaan, termasuk kehilangan nyawa di jalan. Lalu, bagaimana cara mengerem yang benar?

Rem pada sepeda motor terdiri dari rem depan dan rem belakang. Sayangnya, banyak orang hanya menggunakan satu rem; rem depan saja atau rem belakang saja. Padahal, masing-masing rem memiliki keterbatasan. Menggunakan rem depan saja atau rem belakang saja tidak menjamin keselamatan berkendara.

Kalau Bro termasuk orang yang hobi menggunakan rem depan, risikonya adalah motor gampang kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Pun demikian halnya jika rem belakang yang digunakan. Wah, ban motor bisa ngepot! Risiko tergelincir alias kepeleset pun tinggi.

Lalu, bagaimana cara mengerem sepeda motor yang benar?

Sesuaikan Porsi Pengereman

Tentunya dengan menggunakan kedua rem tersebut (depan-belakang) secara bersamaan, Bro. Namun, sesuaikan porsinya. Dalam trek datar, gunakan rem depan 50% dan rem belakang 50%. Saat tanjakan, rem depan 40% dan rem belakang 60%. Saat turunan, rem depan 60% dan rem belakang 40%.

Reduce vs. Stop

Pada dasarnya, Bro, rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan hingga akhirnya berhenti. Sayangnya, banyak orang menganggap rem itu berfungsi untuk menghentikan kecepatan sehingga kendaraan berhenti. Ini mindset yang tidak benar, Bro. Bisa dilihat kan, bedanya? Mengurangi kecepatan dan menghentikan kecepatan jelas adalah dua hal yang berbeda.

Coba deh, baca ulang kalimat awal paragraf di atas sekali lagi. Kalau Bro jeli, akan terlihat perbedaan bahwa yang pertama (mengurangi kecepatan) akan lebih aman buat pengendara. Sebaliknya, yang kedua (menghentikan kecepatan) justru lebih berbahaya karena dapat membuat motor kehilangan traksi dan akhirnya mencelakakan pengendara.

contoh tidak benar, rawan jomblo akibat pacar tertabrak

Jarak Pengereman

Selain porsi, jarak pengereman juga hal yang wajib diperhatikan, Bro. Semakin kencang motor melaju, semakin jauh jarak yang dibutuhkan untuk mengerem.

Maka dari itu, pandangan harus jauh ke depan (dan dilarang keras ngelamun!) saat sedang mengendarai motor dalam kecepatan tinggi. Tujuannya, agar kalau menemui hambatan (lubang, polisi tidur, pantat truk, mbak-mbak cantik nan jomblo yang kebetulan melintas), Bro masih punya jarak yang cukup untuk melakukan pengereman yang smooth alias mulus.

Sebaliknya, kalau mau jarak pengereman yang pendek (baik karena kampas rem sudah tipis maupun nggak punya duit beli kampas rem yang baru), naik motornya santai aja, Bro. Nggak usah buru-buru. Tenang, kompeni belum datang! Hehehe.

Pokoknya, kecepatan berbanding lurus dengan jarak pengereman. Makin tinggi kecepatan, makin jauh jarak pengereman yang dibutuhkan. Sebaliknya, makin rendah kecepatan, semakin pendek jarak pengereman yang dibutuhkan.

Gunakan Jari Tengah! (dan Jari Manis)

Jari tengah kalau dipakai sendirian bisa bikin masalah, Bro! Jangan dibikin jomblo, lah. Gunakan jari tengah dan jari manis secara bersamaan untuk melakukan pengereman.

Kenapa harus jari tengah dan jari manis? Karena keduanya adalah jari yang paling panjang. (Pasti langsung dicek saat ini juga nih, hehehe). Kedua jari tersebut adalah yang paling efektif dalam menjangkau tuas rem, jadi keduanya adalah yang paling direkomendasikan.

Kalau Bro adalah pengguna motor pedal (moped) alias bebek atau motor sport, sebaiknya kaki cukup nangkring di footstep. Jangan dititip ke pedal rem. Pasalnya, ini bisa membuat tuas rem terus terinjak. Efeknya, rem bisa panas dan blong.

Beberapa hal di atas mungkin masih belum biasa Bro lakukan, ya? Tidak apa-apa, Bro. Yang penting mulai dibiasakan setelah membaca pengetahuan ini. Ingat, di manapun Bro berada, safety first!

Setuju?

 

Sudah Tahu Tips Memilih dan Merawat Ban Motor Ini?

Bro, memilih dan merawat ban motor sekilas terlihat sepele, padahal penting untuk dilakukan. Mengapa? Karena ban adalah unsur utama yang bisa motor berikan atas keselamatan pengendaranya. Maka dari itu, pemilihan ban motor yang tepat akan berpengaruh langsung terhadap keselamatan pengendaranya.

Lalu, bagaimana cara memilihnya? Libas tips memilih dan merawat ban motor ini, Bro!

Reputasi Produsen Ban

Karena dianggap kurang penting, seringkali orang memilih ban hanya berdasarkan pertimbangan harga. Asal murah, ya dibeli. Tidak peduli reputasi merk dan serangkaian pernak-pernik lainnya.

Padahal, risiko menggunakan ban “asal murah” justru mahal. Ban-ban dengan reputasi yang agak kurang biasanya mudah selip, terutama di lintasan basah seperti jalan raya yang habis terkena hujan.

Sebaliknya, ban berkualitas meskipun mahal namun memiliki performa yang lebih baik. Asal tekanan udaranya pas, ban berkualitas tetap “menggigit” meskipun digunakan untuk bermanuver di lintasan basah.

Selain helm, ban adalah unsur penting keselamatan. Karena itu, wajar apabila harganya sedikit mahal, apalagi jika reputasi produsennya sudah terkenal baik. Pilih mana, keluar uang untuk ban berkualitas atau untuk biaya rumah sakit akibat kecelakaan?

Sesuaikan dengan Tujuan Berkendara

Memilih ban motor juga harus menyesuikan pada fungsi dan tujuan berkendara. Sebelum memilih ban, perhatikan dulu tujuan berkendara Anda, apakah crossing, touring atau harian? Ban untuk olahraga moto-cross tentu berbeda dengan ban untuk penggunaan sehari-hari, bukan?

Lihat Kondisi Jalan yang Dilalui

Ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Bro. Tujuan berkendara biasanya berkaitan dengan kondisi jalan yang dilalui. “Semisal dalam kota saja ya pakai ban aspal, jangan pakai ban dual purpose atau lainnya. Karena tidak semua ban bisa dipakai untuk semua kondisi jalan,” kata Jimmy Handoyo, Kepala Departemen Teknis FDR, sebagaimana dikutip dari msn.com.

Sebagai contoh, ban dual purpose memang cocok untuk dijadikan pilihan bila kamu sangat menyukai aktivitas touring atau bahkan olahraga ekstrem macam motorcross. Karakternya yang mumpuni dalam berbagai medan offroad membuat ia handal dalam melibas medan berlumpur, berpasir, dan berkerikil.

Namun, performanya akan tidak maksimal di jalan aspal. Saat berada di aspal yang kering saja, kamu akan merasakan motor terasa berjalan di atas jalan yang licin, bayangkan jika ban digunakan dalam kondisi hujan.

Di samping itu, daya tahan ban jenis ini pada jalanan aspal terbilang minim. Ban baru hanya akan bertahan selama tiga bulan saja jika kamu rutin menggunakan motor trail di jalan raya.

Sebaliknya, ban aspal tidak baik digunakan pada kondisi jalan pegunungan karena memang tidak dirancang untuk kondisi jalan tanah yang berkerikil dan memiliki banyak bebatuan. Namun, performanya sangat prima untuk kondisi jalan di kota-kota.

Bila motor lebih sering melalui jalan beraspal, gunakan saja ban aspal.

Perhatikan Ukuran Ban dan Velg

Perhatikan ukuran ban dan velg. Untuk motor bebek, ban depan yang digunakan secara standar biasanya ialah yang berukuran 70/90 dengan diameter velg 17 inci. Untuk ban belakang, biasanya digunakan ukuran 80/90 dengan diameter velg 17 inci.

Bagaimana cara mengetahui ukuran ban dan velg? Biasanya, kamu akan menjumpai kode dengan format seperti 90/80-17 pada ban. Angka 90 artinya lebar tapak ban 90 milimeter. Angka 80 adalah persentase rasio tinggi dan lebar tapak ban (80% x 90mm = 72 mm). Sedangkan, 17 artinya diameter velg 17 inci. Jadi, 90/80-17 punya makna; lebar tapak ban 90 mm, dengan tinggi 80% x 90 mm = 72 mm. Dan diameter ban 17 inci.

Mengapa ban belakang selalu berukuran lebih besar daripada ban depan? Karena fungsi ban depan adalah sebagai penerus haluan dari setang atau kemudi, dirancang agar mudah dikendalikan. Sementara itu, fungsi ban belakang adalah meneruskan tenaga dari mesin dan menjaga keseimbangan motor.

Bolehkah ukuran tersebut ditambah (upsize)? Boleh, tapi sebaiknya satu level saja. Bila tadinya ukuran ban depan 70/90-17, tambahkan satu level menjadi 80/90-17. Sementara itu, kamu bisa upsize ban belakang menjadi 90/90-17.

Kamu juga bisa memilih ukuran 80/80-17 (ban depan) dan 90/80-17 (ban belakang). Ini akan membuat tapak ban kamu menjadi lebih lebar. Bila ini dilakukan, motor akan menjadi semakin stabil karena cengkeraman yang lebih baik saat digunakan untuk menikung di jalan raya.

Perhatikan Kembangan atau Alur Ban

Terakhir, perhatikan kembangan atau alur ban. Kembangan ban punya fungsi tersendiri, baik untuk ban depan maupun untuk ban belakang.

“Ban depan berfungsi sebagai grip karena dia yang pertama menyentuh jalan atau air. Sedang ban belakang sebagai kestabilan. Makanya alurnya pun harus berbeda, seperti ban-ban produsen merek tenar di Indonesia,” ucap Jimmy.

Urusan perawatan ban motor, penting sekali untuk menjaga tekanan angin pada ban motor dan memeriksanya secara rutin. Tekanan ban harus sesuai standar pabrikan, meski setiap ban punya ukuran standarnya sendiri. Karena ban diciptakan untuk banyak motor, tentunya pabrikan ban menyesuaikan kemampuan ban dengan tekanan angin tertentu.

“Misal pada ban tertera angka 38 psi, tapi pabrikan motor menulis 32 psi, ya pakai 32 psi. Ukuran yang tertera pada dinding ban karena pabrikan ban menyiapkan untuk penggunaan di motor lain, dan itu tekanan angin maksimal yang disarankan.” 

Itu dia tips memilih dan merawat ban motor kita. Punya tips lain soal ini juga, Bro? Hajar di kolom komentar!

Lakukan 4 Cara Mudah Ini Agar Motor dan Mobil Anda Irit Bahan Bakar

Irit bahan bakar adalah kriteria yang diinginkan manusia sejak kendaraan bermesin diciptakan, Bro. Tak heran, para produsen kendaraan selalu mengutamakan kedua hal ini dalam setiap inovasi produknya.

Lucunya, tuntutan atas keiritan seakan tidak ada habisnya meskipun kendaraan sekarang sudah jauh lebih irit dibandingkan dulu. Orang terus saja mencari cara untuk mengakali kendaraannya agar tetap irit.

Bila kamu termasuk orang tersebut, berbagai cara irit bahan bakar di bawah ini wajib dicoba, Bro!

Jangan Menghentak Gas Secara Tiba-tiba

Banyak orang hobi sekali menginjak pedal gas di kendaraan secara tiba-tiba. Padahal, itu tidak dibenarkan karena membuat bahan bakar menjadi boros.

Jika pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang diisap menuju ruang pembakaran juga semakin banyak. Padahal, putaran mesin masih rendah. Akibatnya, tidak semua bahan bakar yang diisap menuju ruang mesin bisa dibakar secara sempurna. Ia ikut terbuang lewat knalpot.

Menginjak pedal gas di kendaraan seharusnya dilakukan dengan cara perlahan dan bertahap. Dengan cara ini, bahan bakar yang diisap akan dibakar secara sempurna di ruang pembakaran pada mesin kendaraan.

Cek Ban Kendaraan

Ban kendaraan sebaiknya memiliki ukuran yang standar, sesuai dengan rekomendasi pabrik kendaraan tersebut. Hal ini dikarenakan pabrik sudah memiliki hitungan tersendiri ketika merancang suatu kendaraan agar kendaraan yang kamu gunakan mengeluarkan potensi terbaiknya.

Menggunakan ban dengan ukuran lebih besar daripada yang direkomendasikan mungkin akan membuatnya terlihat lebih keren. Sayangnya, hal itu justru membuat mesin kendaraan kamu harus mengeluarkan power lebih sehingga membuatnya boros bahan bakar.

trendotomotif.com

Selain itu, cek pula tekanan udara di dalam ban. Bila ban kempes (tekanan udara kurang), tarikan pada kendaraan jadi lebih berat. Walhasil, kamu jadi melakukan poin pertama, yaitu menghentak gas secara tiba-tiba demi mendapatkan tarikan yang diinginkan.

Ubah Cara Berkendara Kamu

Satu kendaraan yang sama terkadang bisa lebih irit bila digunakan oleh si A, tetapi lebih boros bila digunakan si B. Kalau sudah begitu, berarti ada yang salah dengan cara mengendarainya.

Kendaraan modifikasi yang sudah kembali standar sekalipun bisa tetap boros selama pemiliknya masih ugal-ugalan dalam menggunakannya. Padahal, menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan bisa menyebabkan bensin boros, kendaraan cepat rusak, dan risiko kecelakaan yang berujung pada kematian.

Cara menggunakan kendaraan yang buruk juga tercermin dari pengereman yang tiba-tiba. Padahal, mengerem berguna untuk mengurangi kecepatan kendaraan (hingga akhirnya berhenti), bukan untuk menghentikan kendaraan (secara tiba-tiba). Artinya, pengereman harus dilakukan dari jarak jauh.

Ayo ubah cara kamu menggunakan kendaraan. Bila gas ditarik dengan lebih halus, pengereman dilakukan dari jarak jauh (tidak secara mendadak), dan kecepatan kendaraan dijaga pada kisaran 40-60 km/jam, tentu kendaraan kamu akan lebih irit bahan bakar.

Bersihkan Kerak pada Mesin Kendaraan

Kerak yang terdapat pada bagian-bagian mesin kendaraan (seher, silinder kopo) akan mengakibatkan proses pembakaran menjadi tak sempurna. Pasalnya, campuran udara dan bensin tidak dapat dibakar semuanya. Proses pembakaran yang tidak sempurna inilah yang menjadi salah satu penyebab kendaraan jadi boros bahan bakar.

Bersihkanlah kerak pada mesin kendaraan kamu secara berkala. Kerak di bagian luar mesin bisa dibersihkan dengan mencampur air dan sabun cuci piring, lalu digosok dengan sikat gigi. Kerak di bagian dalam mesin kendaraan bisa dibersihkan dengan menggunakan bensin beroktan tinggi atau dengan mencampurkan octane booster pada bahan bakar kendaraan kamu. Namun, cara ini dilakukan sesekali saja agar tidak merusak mesin.

Bagaimana, cara di atas mudah dilakukan, bukan? Kamu punya tips lain untuk membuat mesin kendaran jadi lebih irit?

Ayo berbagi di kolom komentar, Bro!

Kapan Saat Terbaik Mengganti Ban Motor?

Selain cara memilih ban yang tepat, waktu penggantian ban seringkali menjadi pertanyaan banyak orang yang menginginkan performa terbaik dari motornya. Kapan sebaiknya saya mengganti ban motor saya?

Beberapa mungkin baru akan mengganti ban motornya kala ban sudah botak; alur/kembangannya tidak lagi terlihat, aus akibat bergesekan dengan jalan. Padahal, ada faktor lain yang menjadi tanda-tanda saat terbaik mengganti ban motor. Apa saja?

Ban Menunjukkan Pola Aus yang Aneh

Normalnya, pola aus ban bersifat merata. Namun, ada juga kejadian aus tapak ban yang tidak lazim; terkumpul di satu tempat, bisa di tengah atau di pinggir ban.

Aus pada ban mungkin tampak tidak sebanding dengan jarak tempuhnya. Merasa tidak banyak bepergian dengan motor, tapi ban motor sudah aus dalam kurang dari 1 tahun, padahal motor tetangga yang kantornya sama dan beli bannya barengan belum menunjukkan tanda-tanda keausan? Itu masalah.

Pola aus yang aneh biasanya menandakan bahwa terdapat persoalan mekanis pada motor (shock breaker sudah perlu diganti, ada masalah transmisi, ada baut di sekitar ban yang longgar, dsb). Bisa juga terdapat masalah keseimbangan motor. Kemungkinan lain, bisa juga akibat tekanan ban yang tidak semestinya.

Pola aus ban akibat tekanan udara berlebihan (metrotvnews.com)

Untuk mencegah aus seperti ini, kamu harus periksa keseimbangan roda motor setidaknya setiap enam bulan. Hal ini memperpanjang umur ban dan menjadikan berkendara lebih nyaman.

Mencapai Batas Legal Keausan Ban Motor

Ban merek tertentu biasanya punya indikator keausan tersendiri. Simbol Michelin Man pada sisi atas ban Michelin, misalnya, menandakan bahwa pada ban terdapat indikator keausan tapak. Indikator ini mirip benjolan kecil dan terletak di bagian dasar alur utama.

Ban Motor Michelin (ototrend.com)

Ketika karet yang tersisa mengalami keausan hingga batas ini, maka ban telah mencapai batas keausan legalnya sebesar 1 mm. Produsen ban Michelin menyarankan agar ban diganti sebelum aus sampai batas ini. Jika batas terlampaui, maka keselamatan tidak dapat dijamin. Begitu juga dengan daya cengkeram atau kinerjanya, terutama pada permukaan basah.

Ban Sering Bocor

Kebanyakan ban dirancang untuk tahan lama. Mereka dirancang untuk bertahan dari satu-dua benturan, tetapi terkadang bisa juga mengalami kebocoran terutama bila medan yang dilalui tidak cocok dengan karakter ban.

Jika ban motor kamu mengalami 1-2 kali kebocoran dalam jeda waktu yang lama antarkebocoran, itu wajar. Namun jika sering sekali bocor, ruang dalam ban sudah mengalami rusak permanen. Artinya, sudah waktunya kamu berganti ban motor.

Ban Menunjukkan Tanda-tanda Penuaan

Sulit untuk memprediksi umur ban karena tidak ada kaitannya dengan tanggal pembuatannya. Meskipun ban jarang digunakan, atau bahkan sama sekali belum pernah digunakan, ia dapat juga menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Banyak faktor dapat mempengaruhi umurnya: kondisi cuaca, cara penyimpanan dan pemakaian, beban, kecepatan, tekanan ban, perawatan, dan gaya berkendara.

Sebaiknya, kamu memeriksa secara teratur tanda-tanda luar dari penuaan atau keausan pada ban sehingga dapat segera dikenali. Tanda-tandanya adalah perubahan bentuk dan retak, baik di tapak ban maupun di bagian bahu atau sisi ban.

Hukum 5 Tahun

Pemakaian normal biasanya menyebabkan ban sudah dapat diganti sebelum umur penggunaannya mencapai 5 tahun akibat tapaknya sudah aus (kembangan sudah botak). Namun jika ternyata ban belum menunjukkan tanda-tanda keausan setelah pemakaian selama 5 tahun, ban kamu tetap harus diperiksa setiap tahun oleh mekanik profesional.

Jika perlu diganti, ikutilah rekomendasi pabrikan untuk menggunakan suku cadang asli. Untuk pencegahan, semua ban yang tidak pernah diganti setelah sepuluh tahun tetap harus diganti, bahkan jika secara umum tampak dalam kondisi baik dan belum mencapai batas aus tapak ban.

Ban Rusak Permanen

Meskipun digunakan di jalan raya, medan yang berat seperti lubang atau benturan benda tumpul dapat menyebabkan kerusakan serius pada ban. Semua celah, sayatan atau perubahan bentuk harus diperiksa dengan teliti oleh mekanik profesional.

Ban rusak (autoevolution.com)

Kapan ban dikatakan rusak permanen?

1. Bocor pada sisi ban
2. Kait (bead) cacat atau terlihat keluar
3. Karet tapak lepas atau cacat
4. Aus yang menyebabkan tampaknya kerusakan atau karkas di bawah tapak atau di sisi ban
5. Rusak karena minyak atau zat korosif
6. Ban retak atau tergores di bagian dalam akibat berkendara di saat tekanan udara kurang dari semestinya.

Nah, itulah saat-saat terbaik untuk mengganti ban motor. Ingat, jangan merasa terlalu berat untuk mengeluarkan dananya karena keselamatan dalam berkendara adalah segalanya.

Safety riding first, Bro!

Inilah Cara Memilih Oli yang Benar untuk Motor Kamu

Oli pada motor ibarat darah pada manusia. Keberadaannya sangat penting karena akan menentukan banyak hal pada motor, mulai dari performa hingga umur mesin. Tenaga yang dihasilkan motor kamu pun turut ditentukan oleh oli yang digunakan.

Agar mesin mampu mengeluarkan performa terbaiknya, penting untuk mengetahui cara memilih oli yang benar. Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Pilih Mineral atau Sintetis?

Pertanyaan pertama yang perlu kamu tanyakan pada diri sendiri adalah pilihan jenis oli yang hendak digunakan; mineral atau sintetis?

Dahulu, oli motor memiliki bahan dasar mineral, tentunya hasil ekstraksi dari minyak bumi. Oli mineral terbuat dari base oil yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat-zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya.

Namun seiring perkembangan teknologi, muncul oli berbahan sintetis. Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas.

Senyawa Polyalphaolifins kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Pada dasarnya, oli sintetis adalah oli mineral yang telah ditingkatkan kualitasnya.

Jika motor kamu memiliki tahun pembuatan lama alias “motor jadul”, ada baiknya menggunakan oli mineral. Tetapi jika motor kamu masih balita alias bawah lima tahun, atau setidaknya telah menggunakan teknologi injeksi, oli sintetis bisa langsung dijadikan pilihan. Apa sebab?

Ada banyak kelebihan oli sintetis dibandingkan oli mineral. Kelebihannya dibandingkan oli mineral di antaranya adalah:

  • Kadar penguapan lebih rendah karena cenderung stabil jika terkena suhu tinggi
  • Tahan terhadap gesekan dan melumasi mesin dengan lebih baik
  • Lebih ekonomis karena tahan terhadap oksidasi
  • Dapat menjaga kebersihan mesin karena mengandung deterjen

Beberapa pakar mesin menyarankan, jika kamu telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun, jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis. Alasannya, oli sintetis umumnya bersifat mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral. Deposit itu terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

Oli Kental atau Oli Encer?

Walau memiliki fungsi yang sama, namun oli tidak dapat melindungi mesin secara maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan karakter motor Anda. Biasanya perbedaan tersebut dapat dilihat dari kekentalan cairan oli.

Tingkat kekentalan alias viscosity-grade ditunjukkan dengan nomor Society of Automotive Engineer (SAE). Semakin besar angka yang berada di belakang kode SAE, semakin kental sifat cairan oli yang hendak kamu pilih.

Sebagai contoh, ada oli dengan kode SAE 15W-40. Artinya, oli memiliki kekentalan 15 pada suhu winter dan kekentalan 40 pada suhu 100 derajat Celsius.

Oli mana yang kekentalannya bagus untuk mesin motor kamu?

Untuk motor tua, oli kental lebih cocok digunakan. Alasannya, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal. Selain itu, oli yang kental menyediakan lapisan film yang cukup tebal.

Sebaliknya, motor “zaman now” dibuat oleh teknologi manufaktur yang lebih presisi. Kerapatan antarkomponen mesin semakin tipis. Selain itu, banyak celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Akibatnya, oli kental (misalnya kode SAE 20W-50) kurang cocok diberikan pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Kalau masih bingung juga, coba cek buku manual motor kamu. Di sana, akan tertera kekentalan oli yang disarankan.

Boleh Gonta-ganti Oli?

Terkadang ada orang yang terus-terusan menggunakan satu merek oli tertentu saja untuk motornya. Setelah mengetahui ada merek yang lebih bagus, ia ragu karena takut hal tersebut dapat memengaruhi kondisi mesin.

Jadi, bolehkah kita gonta-ganti oli? Boleh saja! Yang penting, oli tersebut memiliki kekentalan yang sama untuk jenis mesin.

Ingat! Saat melakukan penggantian merek oli, kuras habis oli sisa agar tidak terdapat sisa pembakaran dari oli lama, kecuali bila yang diganti ialah oli mineral ke oli sintetis. Pastikan juga kamu menggunakan oli berkualitas.

Nah, demikianlah cara memilih oli yang benar untuk motor kamu. Ada masukan lain? Yuk, share di kolom komentar!