Begini Trik Marc Marquez Menggunakan Ban Belakang

Marc Marquez membuktikan kepiawaiannya menggeber Honda RC 213 V pada gelaran MotoGP 2018. Pada seri MotoGP Jerman yang berlangsung di sirkuit Sachsenring, pembalap berjuluk Baby Alien itu memang merengkuh gelar juara. Sementara itu, Valentino Rossi dan Maverick Vinales berturut-turut berada di posisi kedua dan ketiga.

Namun, ada fenomena aneh sekaligus pertanyaan yang menjadi oleh-oleh MotoGP Jerman 2018: kok bisa ban soft yang digunakan Marquez awet hingga akhir balapan? Bagaimana cara Marquez menggunakan ban belakang motornya?

@motogp (Twitter)

Adalah Jorge Lorenzo yang pertama mengungkapkan kebingungannya dengan masalah ban belakang ini. Dikutip Crash.net, Lorenzo mengungkapkan bahwa di trek ini, semua pembalap bermasalah dengan ban belakang, tak terkecuali dedengkot MotoGP, Valentino Rossi.

Menurut Lorenzo, Marquez agak aneh di dua balapan terakhir. Biasanya untuk balapan di Sachsenring, ia menggunakan ban medium atau hard. Kedua jenis ban ini memang cocok untuk mengakomodasi gaya berkendara Marquez yang cukup agresif, sesuai darah mudanya.

Lorenzo yang sempat bersaing dengan Marquez dan memimpin balapan pun akhirnya harus rela posisinya merosot karena permasalahan ban belakang ini. Ia harus merelakan gelar juara di GP Jerman jatuh ke panji pabrikan Honda yang tahun depan dibelanya. Jangankan menjadi juara, podium kedua dan ketiga pun tidak didapatkan.

Tidak hanya Jorge Lorenzo, Valentino Rossi juga bingung dengan fenomena ban belakang Marc Marquez. Asal tahu saja, pada balapan saat itu, Rossi menggunakan ban belakang medium, berbeda dengan ban belakang Marquez yang tergolong soft. Logikanya, ban medium justru lebih kuat daripada ban soft. Sebaliknya, ban soft lebih mudah hancur daripada ban medium. Anehnya, ban belakang medium Rossi terlihat lebih hancur daripada ban belakang soft milik Marquez.

@jokesofgp (Instagram)

 

…sementara kita tahu Marc Marquez adalah pembalap, bukan pesulap.

 

Masalah Rossi (dan Yamaha)

Valentino Rossi memiliki motor yang lebih baik pada MotoGP 2018. Selain lebih mudah dikendarai, Yamaha M1 tahun 2018 juga lebih galak.

Terlalu galak, bahkan.

Menurut Maverick Vinales, motor yang ia tunggangi memiliki semburan tenaga lebih liar, namun tidak didukung oleh sistem elektronik yang mumpuni; sesuatu yang juga Rossi keluhkan sepanjang tahun. Alhasil, motor cenderung mudah spin (ban berputar berlebihan) saat melakukan akselerasi, termasuk ketika keluar dari tikungan.

Di sisi lain, Rossi melihat kesempatan menjadi juara terbuka lebar pada MotoGP Jerman 2018 karena sejumlah perubahan setting pada motornya. Ini membuat gaya berkendaranya lebih ngotot, apalagi ada Marquez yang dikenal cukup agresif di depannya.

Motor yang liar, setting elektronik kurang tepat, dan gaya berkendara yang ngotot. Tiga hal ini sudah cukup untuk menggerus ban belakang medium motor dari pabrikan manapun, tak terkecuali M1.

motorinews24.com

Strategi Cerdas Marc Marquez

Di sisi lain, Marquez terlihat menjadi pembalap yang lebih dewasa pada gelaran MotoGP kali ini. Dia berkembang menjadi pembalap yang lebih taktis, di samping karena motornya juga sudah cepat.

Bos Honda, Alberto Puig, mengutarakan strategi Marquez yang dapat dirangkum menjadi tiga poin.

  • Start bagus
  • Santai di tengah
  • Ngebut di akhir

Marquez punya salah satu motor tercepat. Hanya Ducati yang bisa menyaingi Honda pada MotoGP 2018. Karena itu, ia berupaya mendapatkan awal yang bagus dengan bertarung melawan Lorenzo yang memimpin di depan.

Begitu posisi pertama Marquez dapatkan, Baby Alien melanjutkan strategi kedua, tepatnya pada lap 15-20. Ia melaju dengan “santai” (tolong jangan dibandingkan dengan santainya laju emak-emak matic). Maka dari itu, jarak 1 detik antara dirinya dengan Rossi bisa terpangkas menjadi 0,6 pada lap 20. Ini dilakukan untuk menghemat ban soft yang ia gunakan.

Memasuki lap 21, istirahat dicukupkan. Marquez kembali “menyiksa” ban belakangnya hingga lap 28, melaju secepat mungkin meninggalkan Rossi (dan ban belakangnya yang mulai tergerus) di belakang. Gelar juara pun diraih.

@box_repsol (Twitter)

Smart move, eh?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *