Inilah Cara Memilih Oli yang Benar untuk Motor Kamu

Oli pada motor ibarat darah pada manusia. Keberadaannya sangat penting karena akan menentukan banyak hal pada motor, mulai dari performa hingga umur mesin. Tenaga yang dihasilkan motor kamu pun turut ditentukan oleh oli yang digunakan.

Agar mesin mampu mengeluarkan performa terbaiknya, penting untuk mengetahui cara memilih oli yang benar. Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Pilih Mineral atau Sintetis?

Pertanyaan pertama yang perlu kamu tanyakan pada diri sendiri adalah pilihan jenis oli yang hendak digunakan; mineral atau sintetis?

Dahulu, oli motor memiliki bahan dasar mineral, tentunya hasil ekstraksi dari minyak bumi. Oli mineral terbuat dari base oil yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat-zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya.

Namun seiring perkembangan teknologi, muncul oli berbahan sintetis. Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas.

Senyawa Polyalphaolifins kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Pada dasarnya, oli sintetis adalah oli mineral yang telah ditingkatkan kualitasnya.

Jika motor kamu memiliki tahun pembuatan lama alias “motor jadul”, ada baiknya menggunakan oli mineral. Tetapi jika motor kamu masih balita alias bawah lima tahun, atau setidaknya telah menggunakan teknologi injeksi, oli sintetis bisa langsung dijadikan pilihan. Apa sebab?

Ada banyak kelebihan oli sintetis dibandingkan oli mineral. Kelebihannya dibandingkan oli mineral di antaranya adalah:

  • Kadar penguapan lebih rendah karena cenderung stabil jika terkena suhu tinggi
  • Tahan terhadap gesekan dan melumasi mesin dengan lebih baik
  • Lebih ekonomis karena tahan terhadap oksidasi
  • Dapat menjaga kebersihan mesin karena mengandung deterjen

Beberapa pakar mesin menyarankan, jika kamu telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun, jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis. Alasannya, oli sintetis umumnya bersifat mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral. Deposit itu terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

Oli Kental atau Oli Encer?

Walau memiliki fungsi yang sama, namun oli tidak dapat melindungi mesin secara maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan karakter motor Anda. Biasanya perbedaan tersebut dapat dilihat dari kekentalan cairan oli.

Tingkat kekentalan alias viscosity-grade ditunjukkan dengan nomor Society of Automotive Engineer (SAE). Semakin besar angka yang berada di belakang kode SAE, semakin kental sifat cairan oli yang hendak kamu pilih.

Sebagai contoh, ada oli dengan kode SAE 15W-40. Artinya, oli memiliki kekentalan 15 pada suhu winter dan kekentalan 40 pada suhu 100 derajat Celsius.

Oli mana yang kekentalannya bagus untuk mesin motor kamu?

Untuk motor tua, oli kental lebih cocok digunakan. Alasannya, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal. Selain itu, oli yang kental menyediakan lapisan film yang cukup tebal.

Sebaliknya, motor “zaman now” dibuat oleh teknologi manufaktur yang lebih presisi. Kerapatan antarkomponen mesin semakin tipis. Selain itu, banyak celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Akibatnya, oli kental (misalnya kode SAE 20W-50) kurang cocok diberikan pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Kalau masih bingung juga, coba cek buku manual motor kamu. Di sana, akan tertera kekentalan oli yang disarankan.

Boleh Gonta-ganti Oli?

Terkadang ada orang yang terus-terusan menggunakan satu merek oli tertentu saja untuk motornya. Setelah mengetahui ada merek yang lebih bagus, ia ragu karena takut hal tersebut dapat memengaruhi kondisi mesin.

Jadi, bolehkah kita gonta-ganti oli? Boleh saja! Yang penting, oli tersebut memiliki kekentalan yang sama untuk jenis mesin.

Ingat! Saat melakukan penggantian merek oli, kuras habis oli sisa agar tidak terdapat sisa pembakaran dari oli lama, kecuali bila yang diganti ialah oli mineral ke oli sintetis. Pastikan juga kamu menggunakan oli berkualitas.

Nah, demikianlah cara memilih oli yang benar untuk motor kamu. Ada masukan lain? Yuk, share di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *